OPTIMALISASI PERMAINAN ANAK UNTUK PENANAMAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI

OPTIMALISASI PERMAINAN ANAK UNTUK PENANAMAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI

Oleh

Rosidah Aliim Hidayat

Pendidikan Guru Sekolah Dasar UST

Jl. Batikan,Tuntungan UH III/1043 Umbulharjo Telp.(0274) 7009648 Yogyakarta 55167

Rosidahaliim@yahoo.co.id

Abstrak
Kemerdekaan bangsa Indonesia telah lebih dari setengah abad, akan tetapi karakter bangsa Indonesia semakin mengalami kemunduran. Terbukti dalam berbagai peristiwa atau kejadian yang sering berlangsung dalam kehidupan seharihari dapat dilihat melalui TV maupun media cetak menunjukan betapa masyarakat bangsa Indonesia tengah mengalami degradasi jati diri. Kurangnya keterampilan guru maupun orangtua dalam mengembangkan dan mengintegrasikan aspek-aspek budi pekerti kedalam mata pelajaran maupun kegiatan sehari-hari dan adanya anggapan bahwa pendidikan budi pekerti menjadi tanggung jawab guru agama serta pendidikan saat ini mengandalkan aspek kognitif kurang memperhatikan aspek yang lainnya menjadikan pembangunan kearah jati diri bangsa belum terwujud. Sikap kedisiplinan, kejujuran, semangat kerja tinggi, serta berakhlak mulia cenderung mengalami penurunan. Hal tersebut mnenunjukkan bahwa pendidikan budi pekerti mengalami kegagalan. Secara konsepsional, pendidikan budi pekerti merupakan usaha sadar menyiapkan peserta didik menjadi manusia seutuhnya yang berbudi pekerti luhur dalam segenap peranannya sekarang dan masa yang akan datang. Secara operasional, pendidikan budi pekerti merupakan upaya membekali peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan selama pertumbuhan dan perkembangannya sebagai bekal bagi masa depannya. Berangkat dari pentingnya pendidikan budi pekerti tersebut, akan lebih baik jika penanaman budi pekerti dilakukan sejak dini (masa anak-anak). Oleh karena itu diperlukan pengintegrasiannya dalam kehidupan anak-anak. Permainan anak-anak berguna bagi kemajuan jasmani serta rohani mereka. Badannya menjadi kuat dan sehat, serta kekakuan bagian-bagian tubuh juga hilang. Manfaat permainan anak-anak bagi kemajuan jiwa, yaitu ketajaman pikiran, kehalusan rasa, serta kekuatan kemauan. Permianan anak dapat membiasakan berpikir riil serta menghilangkan kesegangan atau gampang putus asa sehingga mampu mendidik anak-anak untuk tetap terus sanggup berjuang sampai tercapai tujuannya. Proses pendidikan yang terdapat dalam permainan anak-anak itu diterima mereka tidak dengan paksaaan atau perintah. Namun, mereka melakukannya karena kemauan serta kesenangan untuk menerima dan mengalami segala pengaruh yang sangat mendidik itu.
Kata Kunci: pendidikan karakter, budi pekerti, permainan anak.

download